Pertengahan Musim Panas

Minggu, 19 Juni 2016


Dalam sepi yang membekukan mimpi, ku temukan kau
Asing, jauh, tak terjangkau

Hadirmu adalah kobaran yang tiba-tiba meraja dalam sunyi yang menua
Memporak-porandakan kesendirian yang sudah terlalu lama kuakrabi
Kutemukan diriku disergap rasa hangat dari dering pesan yang tak berhenti datang
Lalu bisa kurasakan binar dari mataku menjalar ke hati
Dan akupun menyala

Akan kubiarkan diriku tetap menyala…

Hanya saja, aku tak bisa menghentikan suara dalam kepalaku
Dia yang selalu bilang kalau ini hanya mimpi di malam pertengahan musim panas
Aku akan bangun, dan kembali dirajam sepi

Tapi tentu saja,  
Tak ingin kubiarkan dia tetap bersuara…


Bukittinggi, 19 Juni 2016

 ...............................................................................
A Midsummer night’s dream adalah sebuah drama karya William Shakespeare yang bercerita tentang hubungan cinta empat orang kekasih dari Athena yang menjadi rumit dan berputar-putar karena dimanipulasi oleh Oberon, sang raja peri, dan Puck, sang peri yang cerdas. Mereka menggunakan ramuan dari bunga ‘love-in-idleness’ yang membuat orang yang terkena ramuan itu jatuh cinta pada makhluk hidup pertama yang mereka lihat ketika mereka bangun dari tidur. Dalam plotnya, peri-peri tersebut berhasil memperbaiki hubungan orang-orang yang mereka manipulasi walaupun perasaan mereka sudah diubah-ubah dengan ekstrim. Pada bagian akhir drama, Puck pengembalikan perasaan cinta orang-orang itu seperti sedia kala dan berkata bahwa yang mereka alami tidak lebih dari sekedar mimpi.