in a slow day

Sabtu, 20 April 2013
Hari ini Kota Padang panas sekali. Tools penunjuk cuaca di desktop laptopku menunjukkan suhu 320 celsius. Diluar, langit cerah berawan dan angin berhembus pelan, pelan sekali. aku duduk selonjoran di lantai kamar yang sempit, bercucuran keringat. Tiga puluh menit senam aerobic melunaskan napasku. Aku ngosngosan. Video senam aerobic yang aku download tempo hari masih bersisa sebelas menit lagi. Aku putuskan kalau aku tidak kuat melanjutkannya. Aku matikan video itu lalu beralih memutar mp3, menenggak air di botol minum dan terpaku di depan kipas angin. Kelelahan. Terang saja. Lagipula siapa yang senam aerobic di dalam kamar kos yang sempit, siang bolong, dimentori oleh seorang laki-laki kulit hitam yang botak dan kekar lewat video youtube.


Entah kenapa aku jadi senang olahraga. Sebelumnya aku mencoba skipping. Bisa ku bilang kemampuan skippingku sudah lumayan. Rata-rata setiap kali skipping aku sampai 700 kali lompatan. Ketika sedang mood bisa sampai 1000 kali. bahkan kemaren, entah aku terobsesi atau apa, dalam sehari bisa sampai 2000 kali. tapi sekarang aku mulai bosan. Aku ingin mencoba aerobic. Aku coba-coba cari di youtube, akhirnya menemukan tutorial aerobic yang sesuai, video berdurasi empat puluh menitan yang banyak gerakan-gerakan taebo-nya.


Botol air minum berkapasitas satu liter sudah kosong, badanku sudah dingin, aku kemudian mandi dan shalat zuhur. Setelah itu, di siang hari yang damai, aku menulis ini. Sambil mendengarkan lantunan lagu “somewhere over the rainbow” yang dibawakan oleh Richard Clayderman dengan pianonya dengan sangat manis. Dentingan piano itu bercampur dengan dengung lembut kipas angin, suara-suara kendaraan dari jalanan, suara tukang yang sedang mengaduk semen yang sedang memebangun ruko di depan kos, dan suara orang mengaji Al-Quran dari masjid. Lamat, jauh, indah, namun membuatku gusar dengan alasan yang aku sendiri bahkan tidak tau.


Kosan sepi. Weekend baru setengah jalan. Aku baru memberikan perbaikan skripsi ke pembimbingku jum’at kemarin dan belum dikembalikan. Aku sedang bosan menonton Running Man. bingung dan blank, aku terpaku selama beberapa menit menatap layar desktop laptopku. Sudah setahun aku tidak pernah mengganti wallpaper. Aku terlalu jatuh cinta pada foto tukik yang terlentang tak berdaya di pasir pantai ini, foto dari National Geographic memang tidak pernah mengecewakanku.


Aku menatapnya lama-lama dan suara mp3 dari media player di laptopku, dengung kipas angin, suara kendaraan di jalan, suara adukan semen, bahkan suara orang mengaji dari masjid perlahan-lahan terseret, menghilang, digantikan oleh suara-suara dari kepalaku sendiri. Aku jadi gusar. Suara-suara itu tidak ada yang indah. sebagian berbunyi “eeeehh, Dia*. kapan pulang? kapan wisuda?” sebagian lagi berbunyi “ga ada gunanya ngomong sama orang keras kepala kayak Cuwik**.” Yang lain berbunyi “apa sih, lee kwang soo*** mulu. Pak Rudi**** tuh pikirin.” Tanpa sadar aku cemberut.


Ekspektasi orang-orang benar-benar melelahkan ya? Aku sedang bingung dengan diriku sendiri dan mereka bukannya menolong tapi malah mencercaku dengan berbagai pertanyaan dan tuntutan. Aku jadi ingin tertawa dan balik bertanya “kenapa kalian begitu repot?” hanya saja aku tidak mungkin membalikkan “pertanyaan dan tuntutan yang sepertinya penuh simpati” itu dengan kalimat skeptic dan tidak berterima kasih ini.
Tapi semakin aku pikirkan, pertanyaan dan tuntutan itu semakin menyebalkan. Aku mematikan media player, memutar kembali video aerobic itu, dan kembali senam. Mengeluarkan keringat dan racun. Jingkrajingkrakan sampai aku lelah dan berharap ketika nanti tubuhku lelah pikiranku juga lelah. Lalu aku tertawa lagi…

* nama kecilku
** nama panggilanku diantara teman-teman kampus
*** cast running man
**** nama dosen pembimbingku


P.S

Lelah

Minggu, 07 April 2013
Kita
Budak waktu dan angan
Menjelma kehampaan yang datang dari kelam
Kita berangkat di pinggir hari, lalu pulang di pinggir satunya
Lalu tak bosan-bosan menghitung malam


Kita mengerti bagaimana hidup tak bisa ditangkap dalam lensa kamera
Hanya saja,
Yang kau lakukan dan kau sesalkan, yang tak kau lakukan dan kau sayangkan
Naik ke langit dan kembali menjadi petang
Kemudian menjadi malam
Kemudian menjadi Sesal…


Padang, 7 April 2013