selamat tahun baru

Jumat, 30 Desember 2011
Di penghujung tahun, matahari akan terbit di puncak Gunung Merapi. 6 bulan setelahnya, dia akan terbit di lereng sisi utara gunung itu. saya merekam fenomena itu sejak kelas 2 SD. Lalu ketika kelas 5 saya baru mengerti kenapa matahari terbitnya pindah-pindah begitu. Saat ini matahari terbit sedikit ke selatan, jadi sisi selatan bumi sedang musim panas. Nanti bulan juli, sisi utara yang mengalami musim panas, dan matahari pindah ke sisi utara Gunung Merapi. Sederhana saja, pelajaran geografi kelas 5 SD.


Baiklah, ini penghujung tahun, tanggal 31 Desember 2011. Sebaiknya saya mempercepat perbaikan diri karena tahun depan udah harus wisuda, cari kerja, lalu nabung buat kuliah S2. Semester depan saya ga ada kuliah dan inginnya kerja jadi penyiar radio. Saya selalu ingin jadi penyiar radio, tapi sampai sekarang belum kesampaian. Yaah, semua ada waktunya.


Resolusi saya ga aneh-aneh. Cuma berharap saya masih sehat dan beriman ketika nanti 31 desember 2012 datang. Saya berharap tidak kehilangan arah, semakin bijak membedakan mana yang saya mau dan yang saya butuh.


Penghujung tahun yang cerah! Mataharinya hangat, langitnya biru bersih, hari yang terlalu indah untuk dilewatkan dengan duduk ngeblog di kamar. Baiklaaahh, saya akan bersih-bersih dulu.

Selamat tahun baru semua! Semoga kita selalu bahagia :)

Memori

Kamis, 29 Desember 2011
Apakah aku bermimpi melihat cemara itu tersenyum melambai?
Aku ingat, ketika itu sore jam empat,
Hamparan di depanku seperti lembah sungai Eufrat…
Wangi angin menyelinap jauh ke dalam dadaku,
dengan lancang dia membawaku ke masa lalu kemudian berkejaran dengan waktu..
apakah aku bermimpi mendengar kenari kernyanyi?
Cerita itu kembali…
Ketika kita duduk bersama menanti magrib, hari runtuh pelan-pelan…
Kemudian kita pulang bergandeng tangan, saling diam…

Jauh di dalam lipatan-lipatan waktu yang tersusun kaku, aku menyembunyikan kenangan tentangmu...
Lalu nanti, kita akan mengingatnya, kau dan aku saja…

Bukittinggi, 30 Desember 2011
Rabu, 28 Desember 2011
Akhir tahun memang selalu melankolik begini, bukan dalam artian negative, justru saya happy karena satu lagi jawaban berhasil didapat.

Pelajaran hari ini didapat dari partner debate saya, Syaban. Subuh-subuh dia udah bikin rusuh dengan sms:

ayey gw lolos IELSP yah
Berangkat 29 Mei k Iowa


Selamat buat Syaban, saya ikut senang. your galau-ness has been paid off :)
Pelajarannya sederhana, bahwa diri kita adalah kombinasi dari pilihan-pilihan yang kita buat. Klasik? Of course itu sangat klasik, tapi selama ini saya hanya sedikit sekali mengerti apa artinya. Maksudnya, saya sudah dua kali ikut tes IELSP tapi selalu gagal. Syaban berhasil pada saat pertama mencoba. Lalu masalahnya?

Apakah saya iri? Seharusnya iya, dalam artian positif. Seharusnya saya merasa tercambuk dengan keberhasilan Syaban. Saya bisa sehebat dia kalau saya mau, saya bisa aja mondar-mandir keluar daerah, atau bahkan keluar negeri buat ikut segala macam konferensi, student exchange, atau apa lah itu. saya bisa dibanggakan oleh jurusan saya dengan berbagai prestasi. Tapi tidak, saya memilih untuk tidak mengejar semua itu karena saya tidak mau.

Saya berhenti mencoba tes IELSP pada kali ketiga karena saya memilih untuk tidak ikut. Sumpah. Semua orang waktu itu menyemangati saya ikut, teman-teman kuliah, junior, dosen saya sendiri. Tapi saya merasa kalau ini bukan jalannya. Saya ingin melihat Negara lain sejak dulu sekali, sekarang pun masih ingin. Tapi saya tau apa yang lebih penting dan lebih mungkin saya lakukan.

Lalu apa yang lebih penting? Apa yang lebih saya inginkan? Apa yang lebih mungkin saya lakukan? Ohohohoho, ini jawaban yang penting itu. agak konyol, tapi layak diperjuangkan. Apakah pilihan-pilihan saya akan berbuah manis dimasa depan? Entahlah. Tapi bukannya yang paling penting adalah saat ini? :)

Heeey, kenapa kesannya jadi kaya mencari alasan dan kambing hitam buat kegagalan saya ya? Hahahaha, kegagalan tak pernah terasa sebijak ini :D

happy new year everybody! how will you spend your holiday?

cepat saja

Kamis, 08 Desember 2011
Azan magrib menyelinap diantara suara klakson mobil, diantara kepongahan kita..
Angin yang bertiup ke pipimu, menghadirkan hambar yang menjemukan
Tak perlu kuperjelas bahwa mimpi semakin lama semakin kabur, aku lihat dia melompat dari sudut hati yang satu ke yang lainnya..
Bahwa kita melangkahi hari dengan canggung..
Bahwa semua bintang seperti kerumunan orang di pinggir jalan, berhenti sejenak melihat kita yang dipermainkan angan kemudian berlalu tanpa peduli.
Kita bisa apa, ketika kita terjerat oleh kecewa dan tak mampu lepas. Rasanya mati rasa..
Kita tak bisa lihat garis batas kaki langit, dan hanya terdiam, menunggu, termenung sampai kelam..

11 april, 2011

my very own debate

Sabtu, 03 Desember 2011

Happy Sunday
What a weird Sunday i have. Everything feels just weird.
Weird number 1: i lost my appetite. eat half portion, once a day. It usually indicate that i’m badly depressed, but i’m totally fine now.

Weird number 2: I hate going to campus, I hate having a class. Everything i have in my mind is debate, debate, debate. I guess this is a kind of denial. I failed with my thesis over and over again while others’ progress are so fast and leave me behind. Debate is where i always feel happy although it sometimes turns me a loser pathetically.

But I’m not going to write something depressing. I need to chin up now, and sharing about debate is the best option.

Well, it’s been 6 years since the first time i debate. I feel like there’s nothing i can do better than debate. Debate give me a place to show the real me and i’ve met extraordinary people in debate community. I met aryo, ari, nurul, syaban, rian, veby, so many other. And they all are great.

the preliminary round in UDC 2011
 Debate gives me measurement of my improvements. it gives me a wonderful triumph and shameful failure, but it never let me down. I can always stand up again and try harder. This is where i can be so proud of myself, like nowhere else. This is how i make my parents smile.

My father’s friend told him about their smart children entering favorite universities, and my father happily told his friends about his daughter. His daughter is not so smart with avarage GPA, always argue with him, so stubborn that he has to yell to make her do something, but she join debate championship. One day, i met my father’s friend on my way home, and she told me that dad always tell everything about me, she congratulated me for joining a national debate championship and said that dad was so proud of me eventhough i didn’t make it. dad never say it, but of course i know he’s proud of me, no matter what i do.

If there’s a happiness i can share with my family, that would be the happiness of debating.
And now i’m wondering, is it possible for me to continue debating for the rest of my life?