beberapa

Minggu, 28 November 2010
sastra adalah bagian yang memperindah hidup, termasuk hidupku. yah, kalau lagi ada inspirasi aku bisa bikin puisi, tapi kalau ga ada inspirasi jangankan bikin puisi, sms pun ga kebales. ini beberapa puisi yang aku tulis, yah, sebelumnya udah pernah juga posting puisi sih, anggap aja ini follow up-nya. enjoy!!

Percayalah Padaku

aku akan menjaga mimpi ini selalu…
walau dalam dinginnya embun aku menyadari,
betapa aku besar mulut dan keras kepala…
bahwa kupikir semua angan akan selalu jadi nyata
tak mudah, bukan tak mungkin…
jalan itu berliku dan menyuguhkan kerikil yang siap melukai semangatku…

aku mohon, biarkan aku pergi…
aku tau malam sangat dingin dan aku bisa saja tersesat…
aku bisa hilang arah dan kesakitan dicakar kenyataan…
tapi percayalah, aku orang yang kuat…
tak cukup hanya dingin dan luka untuk menghentikanku…
aku berjanji akan kembali…
aku mohon, mimpiku belum juga surut…
biarkan aku pergi dan memperjuangkan anganku dan pulang dengan bangga…
aku tak akan lupa pulang…
demi ibu bapakku, aku pasti pulang…
aku mohon, izinkan aku pergi…
demi tuhan, aku mohon…
11 Agusutus 2008





Selamat Tinggal

Anganku meradang dirajam dingin
Tak sedikitpun kau ingat untuk menyelimutiku
Aku bergumam dalam sepi tawamu
“kalau saja aku membalik tubuhku
Dan mendapati kau di bawah hujan, aku akan membawa payung bernama cinta kepadamu…”
Ragaku teramat sedih menemukan luka basah bersarang dihatimu…
Mengusirku dari liku hidupmu…
Aku akan menyerah dengan gagah…
Membiarkan kau belajar tentang merahnya mawar yang banyak orang bicarakan…
Dalam kabut tipis yang membayang-bayangi bola matamu,
Dan membuatmu enggan bertemu denganku, aku tak henti mempersembahkan cinta…
Semoga ketika kita bersisian di desir angin lagi…
Kau tak sendirian menatap luasnya samudra…
Dan kebingungan meningkahi mimpi…

25 Juli 2008



Hutan Cemara

Salah satu sudut gunung berselimut cemara dimana kabut turun pelan-pelan dan kita ikuti aliran sungai dengan ujung jari, duduk diam dalam dingin yang kelabu pada pagi hari bulan April.

Kabut serupa air ringan melayang
Memenuhi batas pandang
Matahari tak lagi jadi raja
Terkudeta kelam segala rupa

Kita berbisik pada lembah beku, lembah kita yang terkasih
Jauh sekali sampai kita tak bisa mencapai ujungnya, bahkan dengan mata.
Pesan ibu terbawa angin yang memagut kulit kita seumpama salju

Kita hanya bersenjata api unggun yang mulai padam dan sekantung kecil keberanian. Tak ada apa-apa lagi kecuali sedikit kopi hangat dalam gelas kaleng. Masih terdiam dalam dingin kelabu yang memekat. senja jatuh dari langit, kelam tumbuh merambati pohon-pohon muda.

Mulailah memejamkan mata. Kita akan pulang esok pagi...

27 Agustus 2009




yah, gitu deh..

dream

Jumat, 26 November 2010
banyak hal yang aku dapatkan dari pembicaraan dengan kak rosi. dia adalah orang dengan integritas yang baik dan sangat peduli untuk memberikan yang terbaik kepada orang lain. aku sendiri juga jadi ingin sekali membuat diriku berguna untuk urang lain, memberi dengan ikhlas, berbagi dengan tulus, dan menyayangi tanpa syarat. hanya saja hal seperti itu masih merupakan cita-cita. sebatas cita-cita.

bahwa hidup kita bukan tentang siapa kita, apa saja yang telah kita capai, dan bagaimana kita menikmatinya. hidup lebih ke arah apa yang kita berikan untuk orang lain, bagaimana mereka memposisikan diri kita di tengah-tengah mereka dan bagaimana butuhnya mereka kepada kita.

menteri pendidikan

Minggu, 14 November 2010
mengkambinghitamkan sesuatu atau seseorang itu tidak baik, tapi kalau mengkambinghitamkan menteri pendidikan, departemen pendidikan dan sistem pendidikan, itu sah-sah saja.
guess what, saya udah melihat bagaimana anak SD dididik, saya sendiri juga merasakannya. pelajaran yang saya petik adalah, bahwa pendidikan adalah pembodohan. ught!
bagaimana mungkin kepala anak sekolah yang berukuran ga lebih dari batok kelapa itu dipaksa menampung segala macam ilmu, DALAM SATU HARI YANG SAMA. ingat banget dulu, saya kesekolah bawa buku banyaak banget, sampe ga kuat manggulnya. ada matematika, bahasa inggris, fisika, sejarah. itu cuma untuk satu hari. belom lagi kimia, biologi, sosiologi, pendidikan agama, muatan lokal tata boga, oh c'mon!

bagaimana mungkin seorang anak bisa menemukan potensi dan kecerdasan alamiahnya kalau sistem pendidikan yang ada mengandaikan semua murid dari sabang sampai merauke bakalan jadi dokter atau pengacara atau insinyur Teknologi Informasi (emang jaman sekarang masih ada insinyur? sebodo amat!!)?

trus gimana buat murid-murid yang lebih suka main bola? gimana buat mereka yang lebih tertarik dan punya potensi dalam merangkai bunga, main game online, ngisi sudoku, atau bikin gerabah? apa itu bukan potensi? apa itu ga layak dikembangkan? bahkan, kemampuan dalam mencicipi makanan pun bisa jadi pekerjaan yang prestisius, kenapa merangkai bunga, main game, ngisi sudoku atau bikin gerabah ngga?

semua hal dimulai dari pendidikan kan? gimana sistem politik sebuah negara berkembang, itu dimulai dari pendidikan, gimana cara bergaul, cara makan, cara cebok-pun juga dimulai dari pendidikan (custom juga bagian dari pendidikan lho, pendidikan yang melembaga di masyarakat). jadi, kesalahan dari sistem pendidikan adalah pangka bala dari kerusakan sistemik secara menyeluruh.
mending, anak2 sekolah dikasih kesempatan buat nyari apa yang sebenarnya mereka bisa dan mereka mau, bukan dengan sok tau ngasih mereka ilmu ini itu.

yah, gitu deh. ini cuma pendapat pribadi, semoga ga bikin huru hara..

tetap jaga lingkungan dan shalat tepat waktu!!