Rabu, 27 Oktober 2010
Selamat Tinggal

Anganku meradang dirajam dingin
Tak sedikitpun kau ingat untuk menyelimutiku
Aku bergumam dalam sepi tawamu
“kalau saja aku membalik tubuhku
Dan mendapati kau di bawah hujan, aku akan membawa payung bernama cinta kepadamu…”
Ragaku teramat sedih menemukan luka basah bersarang dihatimu…
Mengusirku dari liku hidupmu…
Aku akan menyerah dengan gagah…
Membiarkan kau belajar tentang merahnya mawar yang banyak orang bicarakan…
Dalam kabut tipis yang membayang-bayangi bola matamu,
Dan membuatmu enggan bertemu denganku, aku tak henti mempersembahkan cinta…
Semoga ketika kita bersisian di desir angin lagi…
Kau tak sendirian menatap luasnya samudra…
Dan kebingungan meningkahi mimpi…

Desa Mendung, 25 Juli 2008

ini satu lagi puisi yang gw tulis beberapa tahun yang lalu. ga tau kenapa posting ini. gw cuma ga tau mau bikin apa...
enjoy!

puisi jaman SMA

Selasa, 12 Oktober 2010
ini adalah beberapa puisi yang saya tulis. sebagian terinspirasi curhatan teman, sebagian yang lain tercipta karena saya lagi mellow abis nonton film. yah, begitulah. enjoy!!

cinta monyet

Aku melihat senyummu lalu tertimpa kejora indah dari langit barat. Aku tak merasakan apa-apa lagi kecuali pipiku memerah.
Lama sekali sampai aku tersadar, semakin kau mendekat dunia terasa berputar makin cepat.
Aku merasa seperti balon pecah ketika akhirnya kau berada di depanku dan sapa kecil keluar dari bibirmu.
Aku mencintaimu, mecintai senyummu dan hatimu.
Bertahun rasanya, aku hanya menjadi orang tak sopan yang membuntutimu dengan pandanganku.
Aku bernapas, bergerak, tapi bukan lagi untuk kehidupanku.
Aku hanya punya satu motivasi sekarang;kau.
Jauh sekali aku hanyut, belum juga aku melihat muara. Aliranku kadang damai oleh senyummu, kadang juga bergejolak oleh cemburu.
Aku tak kuat menahan ini lebih lama, tapi juga tak cukup nyali untuk menyatakan cinta. Akhirnya aku menyiksa diriku sendiri dengan derita.
Tak mungkin aku menunggu kau yang bicara.
Cinta, ibu, cinta..
Apa memang selalu begini?


26 Februari 2010

puisi diatas adalah hasil curhatan teman saya dikampus. dia tergila-gila sama cewek, dan yah, cewek itu memang manis, sikapnya lembut dan cewek banget. bertahun-tahun teman saya suka sama cewek itu, tapi buat nembak pun dia tidak punya nyali. ujung-ujungnya dia malah mendekati cewek itu dengan cara yang agak konyol. dia masuk organisasinya cewek itu, ajak dia pulang bareng, dll dkk.
belakangan saya liat dia agak depresi, soalnya cewek itu didekati cowok lain.
ouch!
kasihan...
kalau saja dia lebih berani...

selanjutnya puisi ini:

Dengan Cinta

Aku menyesal mengakui bahwa setelah kau melangkah dari kota yang kita susuri bersama aku terlalu sering mendapati kau bermain di pelupuk mataku dan bahwa rasa rindu membuat semua hal yang kulihat selalu bermuara pada kenangan tentangmu.

Aku lebih menyesal menghadapi kenyataan kau tak sedikitpun ingat padaku. Tak secuilpun rasa rindumu menggetarkan hati dan melinangi mataku. Aku memenuhi hari-hariku dengan tangis karena aku tak dapat menyusulmu. Aku gagal merubah mimpiku menjadi sebuah kebanggaan…

Demi angin laut yang membelai wajah kita, andai aku bisa hilang dari dunia yang membuatku selalu berangan-angan.
Kenapa aku harus menjadikanmu bagian dari perjalanan panjangku?
Aku tak bisa melangkah sepertimu, aku hanya lahir dan mati di tempat yang sama…
Aku sedih kau lupakan, aku sedih kau tinggalkan…

Aku tak lagi punya cinta untukmu…
Matilah kau dari kenanganku…

Demi langit yang memawangi mimpiku, aku benci mengenalmu…



kalau puisi ini tentang seseorang yang ditinggal pergi gebetan. mereka sudah sangat dekat tapi tidak sempat jadian karena si cowok harus pergi kuliah ke kota lain. dan ketika menulis ini, saya sebenarnya senang mereka akhirnya tidak bersama, karena pada akhirnya, cowok itu memang bukan orang yang tepat.