Analisa Kelayakan Proyek Agribisnis

Senin, 20 September 2010
Analisa Kelayakan Proyek

A. Pengertian

Ada perbedaan penafsiran analisa kelayakan proyek oleh berbagai pihak, namun secara umum, analisa kelayakan proyek diartikan sebagai penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (biasanya merupakan proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil. Perbedaan penafsiran ini terletak pada bagaimana setiap orang mengartikan aspek keuntungan yang didapatkan dari proyek tersebut,ada yang mengartikannya secara terbatas dan ada pula yang mengasrtikannya secara luas. Penafsiran secara terbatas biasanya dilakukan oleh pihak swasta yang tertarik pada keuntungan ekonomis dari proyek tersebut, sedangkan penafsiran secara luas dimiliki oleh pemerintah dan lembaga-lembaga nonprofit yang juga mempertimbangkan aspek manfaat bagi masyarakat luas, bisa juga dilihat dari penyerapan tenaga kerja, penggunaan sumber daya yang melimpah, menghematan devisa dan aspek-aspek lainnya.
Analisa kelayakan proyek dapat diartikan sebagai penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (biasanya proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil. (Suad Husnan, 1997).
Studi kelayakan proyek menyangkut tiga aspek, yaitu:
1. Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi proyek itu sendiri (manfaat financial), yang berarti apakah proyek itu dipandang cukup menguntungkan apabila dibandingkan dengan risiko proyek tersebut.
2. Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi Negara tempat proyek itu dilaksanakan (manfaat ekonomi nasional) biasanya menunjukkan manfaat proyek tersebut bagi ekonomi makro suatu Negara.
3. Manfaat social proyek tersebut bagi masyarakat sekitar proyek tersebut, merupakan studi yang relatif lebih sulit dilakukan.

B. Tujuan

Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena didalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut diatas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa studi kelayakan diperlukan untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal untuk sesuatu yang ternyata tidak menguntungkan, baik dari segi ekonomi maupun sosialnya. Studi kelayakan ini tentu akan memakan biaya, namun biaya yang dikeluarkan akan lebih kecil dari pada kerugian akibat kegagalan proyek.

C. Tahap Uji Kelayakan Proyek

Uji Kelayakan Proyek dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut:
1. Tahap Identifikasi
Titik awal dari analisa kelayakan proyek dimulai dari adanya gagasan atau tujuan yang akan diraih yang harus diwujudkan dengan menjadikannya sebagai sebuah proyek. Misalnya ; pemerintah melihat bahwa suatu daerah membutuhkan pembangunan jembatan, ini kemudian menjadi titik awal sebuah studi kelayakan.
2. Tahap Seleksi Awal
Pada tahap seleksi awal, harus dibuat keputusan apakah cukup layak untuk dilakukan analisa kelayakan dengan lebih teliti dan mendalam, dan jika ya, harus didefenisikan scope atau lingkup dan estimasi biaya dari studi lanjutan tersebut.
Hasil yang didapatkan dari tahap seleksi awal ini seringkali dikumpulkan dalam bentuk Pre Feasibility Study yang didalamnya terdapat:

a. Deskripsi dari pasar (estimasi konsumsi, trend, suplai/penawaran dan harga).
b. Kerangka proses manufaktur dan informasi yang berkaitan dengan ketersediaan dari factor-faktor produksi utama.
c. Estimasi investasi yang dibutuhkan dan biaya operasi.
d. Perkiraan profit.
3. Tahap Analisa
Tahap analisa mempelajari berbagai alternatif dalam kaitannya dengan pemasaran, teknologi dan pertimbangan-pertimbangan lain.
Analisa kelayakan proyek bisa dilakukan pada level yang berbeda-beda dan sangat tergantung pada waktu, biaya dan tenaga yang tersedia.
Studi yang lengkap seharusnya terdiri dari analisa pasar, teknis dan financial atau apa yang dinamakan economic feasibility study. Isinya adalah:
a. Analisa Pasar
Analisa pasar merupakan proses pencarian dab analisa data yang nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi, menjelaskan, dan mengkualifikasikan pasar. Isinya adalah:
• Deskripsi singkat pasar.
• Analisa permintaan dan konsumen.
• Analisa suplai dan penawaran masa lalu
• Estimasi permintaan masa depan.
• Estimasi pangsa pasar
b. Analisa teknis
Analisa teknis pada studi kelayakan proyek dilakukan untuk melihat secara teknis apakah proyek yang akan dilakukan layak atau tidak. Analisa teknis terdiri dari:
• Deskripsi dari produk termasuk spesifikasi yang berkaitan dengan fisik, sifat-sifat mekanikal dan kimiawi serta penggunaan dari produk.
• Deskripsi dari proses manufaktur yang dipilih.
• Penentuan kapasitas pabrik dan termasuk juga perkiraan jumlah produk yang dihasilkan per periodenya.
• Pemiliihan mesin dan peralatan termasuk spesifikasi, peralatan, penawaran dari supplier, dan analisa komponen (spare parts).
• Identifikasi lokasi pabrik dengan pertimbangan jarak terhadap pasar dan lokasi bahan baku atau yang lainnya.
• Estimasi kebutuhan tenaga kerja termasuk tenaga kerja langsung dan tak langsung.
• Perencanaan waktu pelaksanaan pembangunan pabrik dan instalasi mesin.
c. Analisa Biaya
Dalam analisa biaya dimasukkan:
• Untuk semua proyek, proyeksi financial dari income statement, cash flow dan neraca.
• Analisa financial seperti seturn of investment, BEP, IRR, NPV, dll.
• Jika diperlukan, analisa sensitifitas untuk mengidentifikasi item-item yang berpengaruh besar terhadap profitabilitas atau bisa juga dikatakan sebagai analisa resiko.

4. Tahap Evaluasi dan Pengambilan Keputusan.
Tahap ini merupakan waktu pengambilan keputusan apakah proyek akan diimplemetasikan atau tidak.

D. Manfaat Studi Kelayakan Proyek
Studi kelayakan proyek bermanfaat untuk meminimalisir kemungkinan kerugian suatu proyek sehingga dapat memastikan apakah suatu proyek layak untuk direalisasikan dan berhasil.

Secara terperinci, manfaat studi kelayakan proyek adalah:
1. Mengetahui tingkat keuntungan yang dapat di capai melalui investasi dalam suatu proyek.
2. Sejalan dengan mengetahui tingkat keuntungannya, kita bisa menghindari pemborosan sumber-sumber, yaitu dengan menghindari pelaksanaan proyek yang tidak menguntungkan.
3. Mengadakan penilaian terhadap peluang investasi yang ada sehingga kita dapat memilih alternative proyek yang paling menguntungkan serta dapat menentukan prioritas..
4. Sejalan dengan pemilihan alternative proyek yang paling menguntungkan, maka kita bisa menentukan prioritas investasi.